Tuesday, December 1, 2015

Wulan aprilia anggraini

Suara itu suara
Suara tangis suara tawa
Suara yang menjeput tuhannya
Suara yang menentang tuhannya
Apakah suara hamba?
Hamba senang, berasah rasah dengannya.
Menutup langit jingga

Waktu dan waktu bersuara
Cemburu akan hamba dengannya
Bercumbuh rayu memaksa tuhanku dan tuhannya menuntun kehendakku dan kehendaknya
Semua sama

Saat ini disebelah sana fajar dan senja menanggis tepat di atas gedung kita.
Lihat dia dan daku, berdiri tegap gunung berakar paku
Wajahnya hilang ditelan kota prabumulih
Ceraii kasih, mari bercerai

Masih tertinggal keping-keping bingkisan lalu berantakan di gedung ini.

No comments:

Post a Comment