Seberkas nota
telah tercecer
Bagai mawar
menjatuhkan klopak
Dan kembali
mekar lagi
Seberkas nota
bertuliskan tinta hitam
Telah ku robek,
dan kubakar di panas lilinku
Ku koyak pintu
didepan ku, tegak tersenyum
Ku jerit,
kurangkul angin
Diantara
tangisan diri
Diantara kota
mati kita
No comments:
Post a Comment