Raih bintang, genggamlah
Masukan di sebelah hati yyang
mengangga
Dari semboyan, tutur angin
menyapa
Kaulah penjahat di daratanmu
Dari serpihan-serpihan kaca yang
terurai
Ada sekelopak bunga haus yang di
kau bakar
Di atas setumpuk daun kering
bercerai
Di banjiri air
hangat terlerai
Dikau memang
pohon di padang pasir
Dikau memang
bulan didalam desir angin
Dikau memang
nyanyian sendu
Dikau busyit
senyummu
Peraskanlah
hingga melaut
Ledakan dan
luapkan hingga terkapar
Mentari
menjamumu
No comments:
Post a Comment