Tuesday, December 1, 2015
Dari Balik Daun Kering
Dri balik dauan kering
kami bertutur dengan nasi segenggam
tanaman hilang, kami bertentang
berselimut malam.
Dari balik daun kering
kami sudah terbiasa terbaring bersetubuh bumi rentah
mencari suara keras terbatas
kami diatas kertas
Dari balik daun kering
kami terbiasa atas badan telanjang kering
kurus, lalu berambut kerinting
pada siapa kami mengadu, kami hanya ranting-ranting
Dari balik daun kering
lelah air mata jadi air minum
kami bosan
bebaskan ikatan suara berbau rintih
Dari balik daun kering
kami kobarkan duan kering
daun kering membakar, berkobar
kami berkoar, tenggoklah wahai jakar
Masih dari balik daun kering
kami harus kejalan
tumpaskan papan-papan
tenggoklah kami wahi kegelapan
Dari balik daun berserakan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment