Dalam sekejap remang-remang pun menjadi
gelap
Matahari menurun kan sinarnya
Lampu pelita meluncurkan hawa panas akan
kelembutan dingin
Jemari masih sibuk membenah suara kertas
berceceran
Aku atas nama suara yang terpendam
Melekatlah wahai jiwa yang hilang
Bosan...
Muak..
Jenuh dan sepii...
Biarkan hujan tetap pada basahnya
Biarkan lah trik tetap pada panasnya
Dan kau tetap pada senyummu yang tersipu
Disela itu daku menuai indomie dan asap
kecil
Menari lah sebelum adzan di kumandangkan
Aku tetap pada daun kering disela pasir.