Wednesday, August 30, 2017

Bagian Lembar Dari Novel U ( Kamu )





Sebelum semua dalam pembicaraan yang utuh dan kisah kecil mulai terurai, rasanya dada ini semakin sesak mengingat rasa takut dan kematian yang semakin memanggil dan perjalanan menuju rasa kematian di bak duri menuai halaman per halaman tanpa adanya coretan dari sebuah kata berdebu.
Buku-buku kecil dalam rak dan juga foto usang menemani jiwa yang di balut lingkar rindu dan tititpan sunyi mendiamkan diri dalam kata merdeka atas luka, lebih dari itu semua tetap mengagumkan. Dari sudut mana aku memandang semua terasa sama, begitu berlika napasmu begitu nikmat sekali memanggil, aku bukan lah jiwa penunggang kuda, juga bukan pangeran yang memeberi nyawa semua terlewatkan dan begitu megahnya duniaku merdeup di antara terdampar dalam balik daun ,tanag sertakan udara yang pernah kita lewati atas kalbu rindu. Begitu kuat jiwa meraih semua dalam sentuhan dan kau sangat indah sore itu, aku bukan sedang merayu seperti 27 wanita yang telah rebah dalam dekap ku dan ketenaran nama bukan jawaban untuk mencanagkan semua raga. Apalah daya jika semua berlabuh atas nama cinta ini suatu bukan kemusnahan, ini sebuah muasal yang tak aku tahu muasalanya. Biar kan sepi asalakan hidup, biarkan diam asalkan menikmati bagian mu.
21 Maret 1990

No comments:

Post a Comment