Ku menulis ini dari balik kaca mataku
Ada anka kecil
merenggek akan es-krim di ujung sana
Ada sembilan
mata, menatap lalu berlalu
Apakah mereka
tidak uang dua ribu?
Ini masih
tentang anak kecil berdarah malaikat
Air mulai keluar
dari sela bibir munggil berantakan
Menantikan
tangan tuhan memberikan es-krim dari surga
Anak itu di
tatap lima mata sang pencerah
Anak itu dan
masih anak itu
Dan anak kecil
dari mobil berplat merah
Memegang es-krim
bernada riang
Dan mata itu ,
menatap lama akan mata berkaca-kaca
Tuppp..
Mobiil membawa
lima mata, ditelan jalan-jalan dan hilang
Aku tercengang.
Ia ayah mu nak
di negeri batipuh ini
Aku sambarkan
dompet kumuh ku, matanya berbinar-binar.
No comments:
Post a Comment