Terlepas sudah daun dari
dahan-dahan
Melambaikan tangan sebelum jauh
Menendang sedih, tergeletak dalam
memori-memori kita
Hari esok, mungkin kota mati
Duka bersemayam akan nafas dan denyut
nadi yang terberi
Aku masih dulu prili
Bertenda wajahmu
Apakah kini prili mejelmah
menjadi perihh.
Dengan nada di stasiun kereta
kemarin pagi itu.
No comments:
Post a Comment