Tuesday, December 1, 2015

Story perantau ingusan padang


Kuku bima masih setia menjadi teman tubuh
Asap kecil masih menghiasi kamar kecil di patenggangan
Achh....
Jika, otak beku, baru itu

Novel A A Panji Tisna setia di jari-jari kecilku
I Swasta Setahun Di-bedahulu, entah dimana ia dapatkan ide itu
Aku terdampar di zaman 1938
Sebelum Merah Putih Tersenyum, di atas darah-darah dan bangkai

Ku teguk lagi air roso berwarna kemerahan
Seperti HP samsungku berwarna merah
Dan pena renta berwarana merah muda
eeeee... salah, warna pink nyatanya.

Gambaran Wajahku di paragraf tiga kawan
Gambaran keningku di paragraf satu adanya
Gambaran cahayaku di paragraf dua bertahta
312 itu aku kawan

No comments:

Post a Comment