Hidup itu air
yang mengalir dan meresap
Menikmati kopi
dingin di musim salju
Aku pembenci
barisan-barisan para penari negeri ini
Perampok
bercadar bertipu agamaku
Campak kan dan
buang aku dari dunia bermuka dua
Kesanalah. Ku
tak ingin dengan mu
Sandiwara mulut
dan hati bertahta putra dewa
Garuda mari kita
terbang bebas kebulan.
Kita ambil kopi
mari berbincang
Tentang darah
juang dan ibu pertiwi
Garuda mari
beranjak, mereka bukan penghuni negeri kita
mereka tak haus.
Mereka tak
lapar.
Mereka tak
berjalan kaki.
Mereka dewa-dewa
kesiangan
Malam berjabat
tangan di bawah kursi.
Garuda , mata
mu, mataku sama.
No comments:
Post a Comment